Jumat, 20 Februari 2015
Minggu, 30 Maret 2014
Persaingan Kekuasaan Partai Politik 2014
Bicara
soal pemilu dalam sebuah partai politik, tentunya hal ini tidak lazim lagi
untuk dikalangan masyarakat, karna hampir setiap waktu di Negara kita melakukan
pemilihan. Disamping itu sebagaimana kita ketahui bahwa partai politik
merupakan salah satu usaha atau alat, cara untuk mempengaruhi rakyat secara persuasive,
seperti dengan melakukan komunikasi massa, loby, pendekatan dan lain-lain
sebagainya, dan hal ini merupakan semata-mata bertujuan untuk menarik simpati
dari masyarakat
Persaingan dalam kekuasaan partai
politik tentunya tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, baik itu dalam
pendidikan, pekerjaan, hiburan, dan tentunya dalam dunia politik itu sendiri. Melihat
kondisi sekarang, dimana semakin banyak bakal calon yang ingin ikut berkompetisi
dalam pencaturan persaingan partai politik, hal ini akan menimbulkan persaingan
parpol, yang semakin ketat di tahun 2014. Pada dasarnya Politik digunakan untuk
mencari kekuasaan, mempertahankan kekuasaan dan memperbesar kekuasaan. Orang-orang
dalam politik tidak pernah merasa puas. Setelah pencarian kekuasaan berjalan
dengan mulus atau katakanlah mereka berhasil mendapatkan kekuasaan yang mereka
idam- idamkan, mereka tidak cukup puas hanya sampai di situ saja. Mereka akan
selalu berusaha untuk mempertahankan kekuasaan mereka dan kemudian mereka
memperbesar kekuasaannya.
Persaingan atau pertarungan memperebutkan kekuasaan disetiap
daerah di negeri ini sering kali dilakukan dengan cara-cara yang tidak wajar.
Janji-janji para calon pemimpin untuk memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan
masyarakat semata mata sering dijadikan sebuah alasan dalam memenuhi syahwat
kekuasaa.
Berkaitan
dengan hal tersebut di atas kita dapat lihat sekarang jauh sebelum pelaksanaan
pesta demokrasi persaingan antar partai politik maupun antar para calon sudah
terjadi, untuk merebut hati dan simpati masyarakat agar mereka terpilih pada
pemilihan pemilu yang akan datang, karena itu berbagai carapun sudah dilakukan
dalam persaingan merebut simpati calon pemilih. Mulai dari pencitraan kepada
masyarakat, sperti turun langsung melihat kondisi masyarakat, memberikan
bantuan, ikut berpartisipasi dan memberikan janji-janji kepada masyarakat. Ini
semua dilakukan pada dasarnya sebagai persiapan mental sebelum memasuki pemilihan
partai politik, oleh karena itu harus dilakukan persiapan dari awal, pada
dasarnya apapun yang di lakukan oleh
pelaku/pelaksana politik sekarang akan menjadi awal atau penentu dari keberhasilan
yang di lakukan masa yang akan datang dengan tujuan utamanya adalah kekuasaan.
Perlu
diketahui bahwa ketika kita salah memilih Pemimpin, maka hanya akan
menghadirkan sosok-sosok pemimpin yang mementingkan diri sendiri. Oleh karna
itu persiapan menuju Pemilu 2014 harus dijadikan momentum untuk mencari pemimpin
yang berkualitas dan merakyat. Dan sebagai pemilih maka perlu
mengawasi/mengontrol semua potensi kecurangan, manipulasi termasuk niat kelompok-kelompok tertentu,
misalnya memanipulasi Daftar Pemilih dan lain sebagainya.
Untuk
bangsa Indonesia salah satu yang perlu ada dalam diri pemimpin yang itu, dia
mempunyai karakter yang merakyat, seperti pemimpin memiliki hubungan yang dekat
dengan rakyat, mau mendengar inspirasi rakyat, pekak terhadap situasi
disekitarnya, memiliki bukti kerja yang nyata, sering memberikan solusi, dan
tentunya mecintai masyarakat yang dipimpinnya, bukan sebaliknya yaitu sekedar
janji atau retorika saja. Kalau tidak pintar memilih, maka tidak menutup
kemungkinan bangsa Indonesia akan mengulang kesalahan yang sama, yakni
memunculkan pemimpin yang sejatinya bukan memihak ke rakyat.
Artinya,
sangat Jelas bahwa Pemilu 2014 amatlah penting dan strategis bagi masa depan
bangsa. Mau tak mau, Indonesia harus berambisi mewujudkan hari esok yang lebih
baik, menjadi bangsa yang kompetitif. Untuk mewujudkan hari esok yang lebih
baik, diharapkan partisipasi seluruh masyarakat bangsa Indonesia dalam
pemilihan yang akan datang karena suara rakyat adalah sumber perubahan.
Kita berharap
persaingan politik di pemilu 2014 nanti semua bentuk politik yang bersaing di
Negeri ini adalah politik- politik yang bersih, bertanggungjawab, dan tidak
hanya mengejar kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau golongan semata, namun
mengejar kekuasaan untuk memberikan manfaat bersama kepada masyarakat.
Hancurnya Negeri Ini Akibat Korupsi
Akhir-akhir
ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam
media masa baik Lokal maupun Nasional. Melihat banyaknya persoalan korupsi yang
terjadi pada Negeri ini, membuat kita tercengang, karena permasalah korupsi
pada bangsa ini telah terjadi disemua bidang kehidupan Sosial, Budaya, Ekonomi,
Politik, Pembangunan dan Birokrasi, begitu juga di Pusat, Propinsi, Kabupaten,
dan juga di Desa, dengan perbuatan sengaja melaksanakan demi untuk memperoleh
kepentingan pribadi maupun kelompok semata tampa berpikir bahwa kelakuannya
tersebut dapat merugikan Negara dan Masyarakat.
Berbagai
praktik korupsi yang terjadi dengan cara yang berbeda-beda dan melibatkan
orang-orang yang berdasi tidak terlepas dari keserakahan pelaku, tetapi yang
terasa lebih mencengangkan lagi adalah korupsi
juga melibatkan orang-orang yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat
malah mereka yang berbuat, keterlibatan mereka semakin menyadarkan kita, bahwa ada
yang keliru dari pemikiran bangsa ini dalam menilai yang namanya materi dan
kekayaan. Jika kita lihat seakan-akan
orang yang sukses pada Negeri ini adalah orang yang berhasil mengumpulkan
uang sebanyak-banyak mungkin, seperti orang yang rumahnya bagus, punya apartemen,
punya gedung dan punya mobil mewah tampa mereka menyadari bahwa dari mana
sebenarnya uang itu berasal. Sepanjang pemikiran ini masih melekat pada setiap pemerintah
dan masyarakat tidak menutup kemungkinan korupsi tidak akan pernah diberantas
di negeri ini.
Bagi
sebuah bangsa besar seperti Indonesia dan begitu banyaknya oknum yang melakukan
tindakan korupsi tentunya sangat sulit untuk di atasi apa lagi sudah sampai
membudaya. Sebagaimana kita tahu dalam berbagai macam survey yang di lakukan
oleh beberapa lembaga, bahwa Indonesia masuk dalam salah satu daftar Negara
terkorup di dunia. Banyak macam kasus korupsi yang dilakukan mulai dari yang
besar, sedang hingga kasus yang kecil, yang terjadi secara terus menerus tampa
bisa di hentikan, salah satu sebab terjadinya korupsi ini adalah hukuman yang
ringan bagi pelaku koruptor dan hukum yang di jalankan juga belum mampu bekerja
secara maksimal, bahkan hukum pada bangsa ini bisa di beli, hal ini bisa kita
lihat dari aparat hukum yang banyak terlibat kasus suap. Merosotnya atau
menurunnya pendidikan moral bangsa ini di akibatkan karena kebebasan dibuka
lebar tampa di barengi dengan pengawasan sehingga mengakibatkan terjadinya
korupsi di mana-mana. Bertolak dari hal tersebut maka dapat dikatakan pancasila
sekarang sudah dikhianati oleh pejabat Negara, maka tidak heran, korupsi akan
semakin menjadi-jadi disetiap instansi pemerintahan.
Seharusnya
pelaku korupsi tahu atau menyadari bahwa akibat dari korupsi yang terjadi pada
bangsa ini akan merugikan masyarakat banyak dan mengakibatkan angka kemiskinan
meningkat, menyebabkan ketidakmerataan pembangunan dan mengurangi kualitas pembangunan
baik itu jalan, Sekolah, Rumah sakit, Jembatan, Gedung dan lain sebagainya, selain
itu korupsi juga akan menciptakan perilaku buruk karena didasari dengan
penyuapan antar instansi baik itu instansi antar pemerintah pusat, Daerah, Hukum,
penegakan keadilan maupun Swasta.
Siapa
yang tidak jengkel mendengar kasus korupsi yang sering di lakukan oleh pejabat
Negeri ini. Korupsi adalah bencana besar yang melanda bangsa, bahkan bencana
yang akan menjadi gempa dan menimbulkan gelombang kemiskinan yang sangat besar
dan dapat menjadikan suatu bangsa menjadi bangsa yang Gagal akibat perilaku
korupsi. Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa korupsi tidak boleh terjadi
terus menerus pada Negeri yang kita cintai ini.
Indonesia
dikatakan sebagai bangsa yang sangat kaya raya, kaya dengan sumber daya alam,
kaya dengan sumber daya manusia, tetapi dibarengi dengan kaya akan korupsi juga,
ini adalah fenomena yang realitanya terjadi pada Negeri kita. Sudah berbagai
macam cara yang di lakukan oleh pemerintah, baik itu melalui peraturan
Undang-undang, Hukuman, Pemberhentian dari jabatan dan pemiskinan bagi
koruptor, tetapi korupsi masih saja terjadi dan ini menandakan bahwa hukuman
yang di jatuhkan kepada pelaku korupsi belum memberikan efek jerah.
Korupsi
memang perbuatan yang menyimpang yang jelasya adalah perbuatan yang melanggar
hukum, realitanya sekarang banyak sekali yang melakukan perbuatan yang korupsi,
tetapi bangsa Indonesia harus mempunyai komitment yang solid dari Pemerintah,
KPK, aparat Hukum, lapisan Masyarakat, tokoh Agama, tokoh Adat dan Media dalam
upaya pencegahan, jika ini berjalan dengan baik maka dengan segumpal harapan bukannya
tidak mungkin negeri ini akan bebas dari tindakan korupsi atau
sekurang-kurangnya dapat ditekan serendah mungkin.
Hancurnya Negeri Ini Akibat Korupsi
Hancurnya Negeri Ini Akibat Korupsi
Akhir-akhir
ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam
media masa baik Lokal maupun Nasional. Melihat banyaknya persoalan korupsi yang
terjadi pada Negeri ini, membuat kita tercengang, karena permasalah korupsi
pada bangsa ini telah terjadi disemua bidang kehidupan Sosial, Budaya, Ekonomi,
Politik, Pembangunan dan Birokrasi, begitu juga di Pusat, Propinsi, Kabupaten,
dan juga di Desa, dengan perbuatan sengaja melaksanakan demi untuk memperoleh
kepentingan pribadi maupun kelompok semata tampa berpikir bahwa kelakuannya
tersebut dapat merugikan Negara dan Masyarakat.
Berbagai
praktik korupsi yang terjadi dengan cara yang berbeda-beda dan melibatkan
orang-orang yang berdasi tidak terlepas dari keserakahan pelaku, tetapi yang
terasa lebih mencengangkan lagi adalah korupsi
juga melibatkan orang-orang yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat
malah mereka yang berbuat, keterlibatan mereka semakin menyadarkan kita, bahwa ada
yang keliru dari pemikiran bangsa ini dalam menilai yang namanya materi dan
kekayaan. Jika kita lihat seakan-akan
orang yang sukses pada Negeri ini adalah orang yang berhasil mengumpulkan
uang sebanyak-banyak mungkin, seperti orang yang rumahnya bagus, punya apartemen,
punya gedung dan punya mobil mewah tampa mereka menyadari bahwa dari mana
sebenarnya uang itu berasal. Sepanjang pemikiran ini masih melekat pada setiap pemerintah
dan masyarakat tidak menutup kemungkinan korupsi tidak akan pernah diberantas
di negeri ini.
Bagi
sebuah bangsa besar seperti Indonesia dan begitu banyaknya oknum yang melakukan
tindakan korupsi tentunya sangat sulit untuk di atasi apa lagi sudah sampai
membudaya. Sebagaimana kita tahu dalam berbagai macam survey yang di lakukan
oleh beberapa lembaga, bahwa Indonesia masuk dalam salah satu daftar Negara
terkorup di dunia. Banyak macam kasus korupsi yang dilakukan mulai dari yang
besar, sedang hingga kasus yang kecil, yang terjadi secara terus menerus tampa
bisa di hentikan, salah satu sebab terjadinya korupsi ini adalah hukuman yang
ringan bagi pelaku koruptor dan hukum yang di jalankan juga belum mampu bekerja
secara maksimal, bahkan hukum pada bangsa ini bisa di beli, hal ini bisa kita
lihat dari aparat hukum yang banyak terlibat kasus suap. Merosotnya atau
menurunnya pendidikan moral bangsa ini di akibatkan karena kebebasan dibuka
lebar tampa di barengi dengan pengawasan sehingga mengakibatkan terjadinya
korupsi di mana-mana. Bertolak dari hal tersebut maka dapat dikatakan pancasila
sekarang sudah dikhianati oleh pejabat Negara, maka tidak heran, korupsi akan
semakin menjadi-jadi disetiap instansi pemerintahan.
Seharusnya
pelaku korupsi tahu atau menyadari bahwa akibat dari korupsi yang terjadi pada
bangsa ini akan merugikan masyarakat banyak dan mengakibatkan angka kemiskinan
meningkat, menyebabkan ketidakmerataan pembangunan dan mengurangi kualitas pembangunan
baik itu jalan, Sekolah, Rumah sakit, Jembatan, Gedung dan lain sebagainya, selain
itu korupsi juga akan menciptakan perilaku buruk karena didasari dengan
penyuapan antar instansi baik itu instansi antar pemerintah pusat, Daerah, Hukum,
penegakan keadilan maupun Swasta.
Siapa
yang tidak jengkel mendengar kasus korupsi yang sering di lakukan oleh pejabat
Negeri ini. Korupsi adalah bencana besar yang melanda bangsa, bahkan bencana
yang akan menjadi gempa dan menimbulkan gelombang kemiskinan yang sangat besar
dan dapat menjadikan suatu bangsa menjadi bangsa yang Gagal akibat perilaku
korupsi. Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa korupsi tidak boleh terjadi
terus menerus pada Negeri yang kita cintai ini.
Indonesia
dikatakan sebagai bangsa yang sangat kaya raya, kaya dengan sumber daya alam,
kaya dengan sumber daya manusia, tetapi dibarengi dengan kaya akan korupsi juga,
ini adalah fenomena yang realitanya terjadi pada Negeri kita. Sudah berbagai
macam cara yang di lakukan oleh pemerintah, baik itu melalui peraturan
Undang-undang, Hukuman, Pemberhentian dari jabatan dan pemiskinan bagi
koruptor, tetapi korupsi masih saja terjadi dan ini menandakan bahwa hukuman
yang di jatuhkan kepada pelaku korupsi belum memberikan efek jerah.
Korupsi
memang perbuatan yang menyimpang yang jelasya adalah perbuatan yang melanggar
hukum, realitanya sekarang banyak sekali yang melakukan perbuatan yang korupsi,
tetapi bangsa Indonesia harus mempunyai komitment yang solid dari Pemerintah,
KPK, aparat Hukum, lapisan Masyarakat, tokoh Agama, tokoh Adat dan Media dalam
upaya pencegahan, jika ini berjalan dengan baik maka dengan segumpal harapan bukannya
tidak mungkin negeri ini akan bebas dari tindakan korupsi atau
sekurang-kurangnya dapat ditekan serendah mungkin.
Senin, 10 Desember 2012
Samad: Jangan Jadi Pemimpin Kalau Tidak Tahu Terjadi Korupsi
Jakarta - Ketua KPK Abraham Samad menegaskan bahwa
setiap pemimpin harus mengetahui jika di dalam lembaganya terjadi tindak
pidana korupsi. Jika tidak tahu terjadi korupsi oleh anak buahnya,
sebaiknya tidak jadi pemimpin.
"Oleh karena itu pemimpin dituntut harus cerdas. Kalau ada pemimpin mengatakan tidak tahu kalau telah terjadi korupsi, ya tidak usah mempimpin," ujar Samad usai mengikuti acara peringatan Hari Antikorupsi sedunia di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Samad mengatakan ketidaktahuan pemimpin akan terjadinya tindak pidana korupsi tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana itu sendiri. "Bahwa ada ketidaktahuan tapi bukan berarti ketidaktahuan itu menghapuskan pertanggungjawaban pidana, karena dalam teori hukum pidana ketidaktahuan bukan berarti menghapusknan pertanggungjawaban hukum pidananya," jelasnya.
Sebelumnya Presiden SBY meminta KPK menjelaskan tindakan apa yang dapat dikategorikan sebagai korupsi dan bukan. Penjelasan ini penting agar pejabat negara tidak ragu dalam memutuskan sebuah pekerjaan.
"Yang diperlukan penyelenggara negara itu adalah penjelasan aturan yang jelas sehingga semua pejabat paham mana yang dikategorikan korupsi, mana yang bukan," kata Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2012).
"Oleh karena itu pemimpin dituntut harus cerdas. Kalau ada pemimpin mengatakan tidak tahu kalau telah terjadi korupsi, ya tidak usah mempimpin," ujar Samad usai mengikuti acara peringatan Hari Antikorupsi sedunia di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/12/2012).
Samad mengatakan ketidaktahuan pemimpin akan terjadinya tindak pidana korupsi tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana itu sendiri. "Bahwa ada ketidaktahuan tapi bukan berarti ketidaktahuan itu menghapuskan pertanggungjawaban pidana, karena dalam teori hukum pidana ketidaktahuan bukan berarti menghapusknan pertanggungjawaban hukum pidananya," jelasnya.
Sebelumnya Presiden SBY meminta KPK menjelaskan tindakan apa yang dapat dikategorikan sebagai korupsi dan bukan. Penjelasan ini penting agar pejabat negara tidak ragu dalam memutuskan sebuah pekerjaan.
"Yang diperlukan penyelenggara negara itu adalah penjelasan aturan yang jelas sehingga semua pejabat paham mana yang dikategorikan korupsi, mana yang bukan," kata Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (12/12/2012).
Sumber: detiknews.com
Minggu, 09 Desember 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
Ekologi dan Konsep Pemerintahan
Ekologi Pemerintahan, terdiri dari dua suku kata, yaitu Ekologi dan Pemerintahan. Ekologi adalah bagian dari Biologi murni, yang merupakan...
-
Bicara soal pemilu dalam sebuah partai politik, tentunya hal ini tidak lazim lagi untuk dikalangan masyarakat, karna hampir setiap wa...
-
Kita harus memiliki rasa tanggung jawab pribadi dalam hidup. Karena Kita tidak bisa mengubah situasi atau kondisi, tidak bisa menguba...
-
Latar Belakang Permasalahan: Kekuasaan sebagai Asosiasi terhadap Kekuatan Politik Sejak awal hingga perkembangan terakhir ada sekur...

